PENGARUH PERBUATAN BAIK DAN UCAPAN YANG BAIK

August 13th, 2007 by phase

Manusia senantiasa mencari lingkungan yang tenang tempat merekadapat hidup dengan aman,
gembira, dan membina persahabatan. Meskipunmereka merindukan keadaan yang demikian itu, mereka tidak pernahmelakukan usaha untuk menyuburkan nilai-nilai  tersebut, tetapisebaliknya, mereka sendirilah yang menjadi penyebab terjadinya konflikdan kesengsaraan.

Sering kali orang mengharapkan agar orang lain memberikan ketenangan, kedamaian, dan bersikap bersahabat.Hal ini berlaku dalam hubungan keluarga , hubungan antarpegawai diperusahaan, hubungan kemasyarakatan, maupun persoalan internasional.


Namun, untuk membina persahabatan dan menciptakan kedamaian dankeamanan
dibutuhkan sikap mau mengorbankan diri. Konflik dan keresahantidak dapat
dihindari jika orang-orang hanya bersikukuh pada ucapannya,jika mereka hanya
mementingkan kesenangannya sendiri tanpa bersediamelakukan kompromi atau
pengorbanan. Bagaimanapun, orang-orang yangberiman dan bertakwa kepada Allah
tidak bersikap seperti itu.

Orang-orang yang beriman tidak mementingkan diri sendiri, sukamemaafkan, dan
sabar. Bahkan ketika mereka dizalimi, mereka bersediamengabaikan hak-hak
mereka. Mereka menganggap bahwa kedamaian,keamanan, dan kebahagiaan orang lain
lebih penting dibandingkan dengankepentingan pribadi mereka, dan mereka
menunjukkan sikap yang santun.Ini merupakan sifat mulia yang diperintahkan
Allah kepada orang-orangberiman:


“Dan
tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.
Tolaklahkejahatan itu
dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yangantaramu dan antara dia
ada permusuhan seolah-olah telah menjadi temanyang sangat setia. Sifat-sifat
yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan
kepada orang-orang yang
sabar dan tidak dianugerahkan melainkan
kepada orang-orang yang
mempunyai keberuntungan yang besar.”(Q.s. Fushshilat: 34-5).

“Ajaklahkepada jalan
Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik danbantahlah mereka dengan cara
yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialahyang lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya danDialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (Q.s.an-Nahl: 125).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, sebagai balasan atasperbuatan
baiknya bagi orang-orang yang beriman, Allah mengubah musuhmereka menjadi
“teman yang setia”. Ini merupakan salahsatu rahasia Allah. Bagaimanapun juga, hati manusia berada di tanganAllah. Dia mengubah hati dan pikiran siapa saja yang Dia kehendaki.

Dalam ayat lainnya, Allah mengingatkan kita tentang pengaruhucapan yang baik dan lemah lembut.
Allah memerintahkan Nabi Musa danHarun a.s. agar mendatangi Fir’aun dengan
lemah lembut. MeskipunFir’ aun itu zalim, congkak, dan kejam, Allah memerintahkan rasul-Nya agar berbicara kepadanya dengan lemah lembut. Allah
menjelaskan alasannya dalam al-Qur’an:


“Pergilahkamu
berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas.Maka berbicaralah
kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemahlembut, mudah-mudahan ia ingat
atau takut.” (Q.s. Thaha: 43-4).


Ayat-ayat ini memberitahukan kepada orang-orang yang berimantentang sika p yang harus mereka
terapkan terhadap orang-orang kafir,musuh- musuh mereka, dan orang-orang yang
sombong. Tentu saja inimendorong kepada kesabaran, kemauan, kesopanan, dan
kebijakan. Allahtelah mengungkapkan sebuah rahasia bahwa Dia akan menjadikan
perbuatanorang- orang beriman itu akan menghasilkan manfaat dan akan
mengubahmusuh- musuh menjadi teman jika mereka menaati perintah-Nya
danmenjalankan akhlak yang baik.


———–ööö———–

Di Mana Letak Keindahan Pakaian?

May 15th, 2007 by phase

kutipan dari eramuslim.com

Oleh Bayu
Gawtama

Mungkin Anda memiliki seorang sahabat atau saudara yang
selalu terlihat pantas mengenakan pakaian dengan warna dan motif apapun.
Seorang sahabat saya, salah satu yang demikian. Hampir setiap kali saya bertemu
dengannya, komentar singkat selalu saya berikan untuk pakaian yang
dikenakannya, “Bajunya bagus. Tambah ganteng saja pakai baju itu…”

Orang yang sangat sederhana, setiap kali mendapat komentar
itu, ia selalu menjawabnya dengan kalimat standar, “Alhamdulillah, murah kok
ini mas… bukan baju mahal”

Nampaknya, ia tahu persis jawaban yang kemudian keluar dari
mulut saya selanjutnya. Bahwa saya akan selalu mengatakan, “keindahan pakaian,
bukan terletak pada motif dan desainnya. Bukan pula karena harganya, melainkan
pada seberapa besar rasa syukur kita saat memiliki dan mengenakannya”

Kemudian ia pun akan terkekeh, bukan menertawakan kalimat
saya, melainkan malu mendapatkan kalimat itu ditujukan kepadanya. Tetapi jujur
saja, saya memang sangat mengenal sahabat yang satu ini dengan rasa syukurnya
yang luar biasa. Setidaknya, ia sangat konsisten untuk senantiasa bersyukur
atas setiap nikmat yang didapatnya. Caranya pun beragam, dari ‘sekadar’ ucapan
“Alhamdulillaah” hingga bersedekah.

Allah, katanya, akan menambah nikmat untuk setiap nikmat
yang kita syukuri. Jangan pernah berharap Allah akan menambah nikmat jika kita
belum bisa mensyukuri yang ada. Bukan nikmat, justru adzab yang bakal didapat
jika kita mengingkari nikmat dari-Nya.

Kembali ke soal pakaian. Saya pun mengenal seseorang yang
cukup dekat. Puji syukur ia diberi kenikmatan oleh Allah mendapatkan kekayaan
harta. Namun saya tahu, ia sering meninggalkan shalatnya dengan berbagai
alasan. Pakaian-pakaiannya selalu ber-merk terkenal dengan harga di atas 500
ribu rupiah. Tak hanya pakaian, sepatu atau alas kakinya pun tak pernah
berharga di bawah 400 ribu sepasang.

Yang cukup mengejutkan, saat saya tahu ia kerap
menghabiskan uang dalam jumlah yang banyak hanya untuk membeli pakaian. “Satu
baju paling hanya dipakai 2-3 kali saja, selebihnya dibiarkan menggantung rapih
di lemari, ” ujar isterinya suatu kali.

Menurut sang isteri, suaminya itu selalu merasa tidak puas
dengan pakaian yang dikenakannya. Setiap kali mengenakan pakaiannya, ia sering
menggerutu, mengeluhkan kekurangan-kekurangan pakaian yang baru dibelinya itu.
Karenanya, setiap pekan selalu ada dua atau tiga kemeja baru yang dibelinya.
Begitu pun dengan barang-barang lainnya, dari sepatu hingga kendaraan yang
sering gonta-ganti. Sebulan sekali ia ganti sepatu, sedangkan mobil bisa
bertukar satu tahun sekali. Beruntung isterinya cukup dermawan, menghibahkan
sepatu-sepatu yang tentu saja masih bagus itu, juga pakaian-pakaian sangat
layak pakai untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.

Jadi, di mana letak keindahan pakaian? Bukan karena
harganya yang mahal, bukan pula pada warna, desain atau motif indahnya. Kita
senantiasa akan terlihat rapih, pantas dan berseri mengenakan pakaian apapun
jika mengiringinya dengan rasa syukur. Tidak peduli berapa harga pakaian
tersebut, sebab rasa syukur itu memberikan aura kebahagiaan yang memancarkan
pesona bagi siapa saja yang ditemuinya.

Seperti sahabat saya itu, baju seharga 25 ribu rupiah pun
tetap membuatnya menyenangkan untuk dilihat dan diajak bergaul. Semoga… (Gaw)

==========================

Artikel diatas ga jarang kejadian juga ma
kita.. yg udah memiliki yang baik tapi masih ga mensyukuri.. selalu ada aja yg
kurang. Terlepas dari masalah pakaian, dari berbagai aspek diri kita juga
gitu.. artikel diatas Cuma kebetulan ngasi contoh ke baju aja yg intinya sih
tentang rasa syukur itu sendiri.

 
Nah buat seorang temenku nan jauh disana….
kalau kamu kehilangan seseorang yg kamu kasihi, inget deh.. kamu masih punya banyak
orang lagi yg mengasihimu.. walau mungkin rasa yg diberikan 10 orang itu ga
seimbang dengan yang satu orang tadi.. tapi syukurilah karna ternyata ada
banyaaaak yg lebih care ma dirimu.. Dan itu merupakan nikmat tiada tara
yg bisa ngurangin rasa sakit yg kamu
derita.. soo.. tetep tabah karna life must go on !!

hufff….

May 5th, 2007 by phase

Bulan
depan umur gw nambah.. tapi ga ada tanda2 target gw bakalan nyampe.. yah pasrah
dah.. ga taon ni yak taon depan.. klo engga taon depannya lagi.. ato depan
depannya lagii .. akakak.. sampe kapan2 dah.. ;))

 

Hmm.. ada
samting missing inside here ( emang tiap
hari ilang molo.. lelet sih lo cha ) abisan.. gw seringan ga menghargai apa yg
udah ada di depan mata gw.. punya pendirian yg ga tetap.. yah jadinya plin plan
deh.. yg tadinya niatnya mo dapet yg terbaik malah ga dapet apa2 sama sekali
:P..

 
Nasib gw
euy.. mana tiap ari juga ngeliat
mukanya.. hiks.. nasib nasib.. napa juga gw jadi gini yak? Bbrp kali dikasih
peluang .. semua di buang tanpa nerima resiko.. tadinya sih Cuma mo konsen ke
yg atu aja .. eh ternyata yg atu itu juga ga bisa di harap banyak..

 

Hmm btw
pada ngerti kaga ne gw ngomong apa yak? Bodo ah .. yg penting gw nulis.. bete banget sih.. tadinya gw kira gw ga
bakalan se hurt ini.. bakal nyante aja.. tapi ternyata ga bisa.. gw paling ga
bisa di cuekin.. di diemin.. walo gw sering buat hal yg sama ke orang lain..
ternyata ga enak banget. Hmm apa klo
udah gitu ilfil yak? Beneran ilfil? Waa.. kemana gw musti larii.. ga ada tempat
berpijak yg lain apaa.?

 

Wew..
pengen deh gw bilang. “ udah buang aja gw.. buang gw jauh2.. jangan baik2in gw
lagi” wew.. mana bisaa.. dodol banget dah.. klo bisa , klo boleh gw pengen
pergi sejauh mungkin dari sini.. buang diri?? Engga lah.. Cuma gw ngerasa
nyaman aja kali klo idup sendiri.. ada sesuatu yg dirinduin.. ada rasa pengen
pulang.. lah klo sekarang malah gw pengen banget jauh dari rumah. Jauh dari
semua yg gw hadapi sekarang.. gw ga kuat..

 

Kenapa ya
susah bilang sesuatu untuk ngeyakinin ?? apa karna takut kehilangan ato
lantaran udah nganggap ga ada yg perlu di omongin lagi?/ cukupkah hanya isyarat
ajah? Arrrrrgh.. puyeng gww… apa gw harus negasin sekali lagi?? Weks.. ogaah..
lagi2 masagw yg buka jalur.. aduh ga ding..

 

Lagian tuh
orang udah kliatan banget ilfilnya ke gw.. ga bisa lagi dah gw.. gw kira ga
papa gw kehilangan yg itu.. tapi ternyata.. hiks.. bete banget. Harusnya bilang
yak “ I can’t love you like yesterday” salah gw ?? masa sih semua salah gw? Hmm
dah telat kale wat nyadar.. dah pengalaman berapa kali yak?? 3 ding.. udah tiga
orang yg ngeluhin hal yg saama ke gw.. dan semuanya ga gw jadiin pelajaran..
gengsi gw terlalu tinggi untuk itu. Bukan masalah gengsi aja sih.. gw ga
biasa.. gw udah terlalu lama mandiri.. jadi ga biasa bersandar .. walo jauh
inside here gw butuh ..

 

Hufff…

 

 

Impian

April 30th, 2007 by phase

Impian kadang membuat hidup yg hambar
serasa jadi lebih bermakna..

tapi..
terkadang impian membuat diri ini jauh
dari kenyataan

ada impian.. ada sesuatu untuk diraih..
dikejar.. semangat untuk dapetin
sumthing yg diharapkan..

membuat hidup lebih berwarna,

dengan segala coraknya..

mengusap yg hitam menjadi pelangi..

tapi.. saat impian itu hancur..

pelangi itu kembali tertutup kelabu..

membuat biru pun tak lagi bisa ada..

mampukah bangkit kembali..??

Saat itulah impian tidak lebih baik dari
kenyataan yang harus dihadapi

Sabtu, 14 April

April 18th, 2007 by phase

Hari ini.. gw pengen nangis.. ga ngerti kenapa.. tapi air
mata udah ngambang aja di pelupuk mata.. gw ngerasa sedih.. entah untuk apa..
hati gw bolak balik.. ga nentu arah… Ya Rabb.. Engkaulah yg maha tau.. apa yg
kurasakan..

  Harusnya gw ga perlu terlalu berharap.. ga usah make hati
lagi.. karna.. kalo ga sesuai keinginan bakal sakit sendiri.. kenapa pengalaman
selalu aja gw lupain.. kenapa pelajaran itu ga berarti disaat gw perlu.. ga gw
inget diwaktu yg tepat..

 
Hehe.. palingan gw kayak gini Cuma bentaran aja.. semenit
lagi juga balik seperti biasa.. bawaan puyeng kali ye,. Trus mikir ga logis..

Btw tadi pagi gw perang.. perang ma debu .. sarang laba2..
kerak kaca warnet ..xixixi.. pokoke gw rajin dah sabtu ini.. mungkin gw bales
dendam kali ye.. soalnye yg laen libur gw engga .. hiks..

Tapi gw puas ma hasilnya.. kinclong euy. Sampe yg lewat depan
net gw pasti matanya nyipit saking silaunya.. hehe .. abis itu gw langsung
embat yg namanya nasi goreng pake telor dadar ma cappucino ice.. enaaaak banget
karna gw laper berat.. Alhamdulillah..

Eh?? Nah loh.. tulisan gw ini awalnya sedih2 akhirnya
ngikik2.. aneh.. lagian gw udah bilang diatas tadi

( skrull deh ) klo gw sedih
ntu bentar doank.. moody.. ne buktinya.. saksikan sendiri 

Gadis itu seperti apel…

March 28th, 2007 by phase

girls are
like apple on trees

the best
ones are at the top of the tree

the boys
don’t want to reach for the good ones because they are afraid of falling and getting
hurt

instead,
they just get the rotten apples from the ground that aren’t as good, but easy

so the
apples at the top think something is wrong with them,

when in
reality, they’re amazing

they just
have to wait for the right boy to come along

the one
who’s brave enough

to climb
all the way to the top of the tree

——–

 

by sabil
arrasyad

rabu sore

Saat “titik air” itu pergi

March 20th, 2007 by phase

Saat “titik
air” itu pergi…

 

Mendung bergelayut
di angkasa..

mencoba
menahan sinar yang hendak menyentuh titik terkecil di permukaan bumi..

Lama sudah
sang awan hitam menahan kumpulan embun yang semakin lama semakin tak
tertampung..

 

Rintik rintik
pun mulai turun..

mungkin
kasihan pada sang awan yang semakin lama semakin mendekat ke bumi..

Tetes tetesnya
mulai menyentuh lapisan lain..

Lapisan yang
sangat membutuhkan nya..

Lapisan yang
dahaga menunggu sejuknya..

 

Tetes-tetes
itu mulai deras ..

rinainya
menerobos masuk ke sanubari..

Mengaliri lorong
jiwa dari kemarau tak berkesudahan

Sesaat..
rasa tenang mulai menghampiri ..

Sejenak hati
serasa melambung tinggi..

 

Awan hitam
telah hilang.. angin telah membawanya ke tempat lain..

Ataukah telah
habis dilimpahkan ke bumi?

 

Hanya gerimis
yang tersisa.. mencoba memberi jejak sang hujan..

Walau sesaat,
 gerimis sudah mencoba memberi arti..

 

Hanya gerimis
yang tersisa.. menuntun rinai yang deras menjauh..

Lorong jiwa
yang sempat basah pun mulai mengering lagi..

Menunggu datangnya
aliran sejuk yang entah kapan berkunjung lagi

 

Hujan telah
berhenti.. mendung mulai menjauh

Hanya gerimis
yang tersisa.. tapi..

Kenapa duka
ini tak kunjung pergi?

 

Andai hujan
datang lagi, ingin ku berada di alam bebas..

Menengadah..
menerima setiap titik air yang jatuh

Memejamkan mata
mencoba menghayati maksud dibaliknya

Dan membuang
asa yang layu .. jauh terbawa angin

 

——-

Lhokseumawe

21 maret 2007

10:30

wib

Menunggu.. (ternyata menyakitkan ???? )

February 10th, 2007 by phase

Hari ini
serasa berlalu begitu lambat.. YM ku tetap saja kunyalakan tanpa aktivitas yg
berhubungan dengannya. Hanya sebagai “syarat” kalau aku masih ada. Mungkin .

 
Rasa jemu
sudah kubuang jauh2.. hanya menambah beban pikiran menurutku.. yah coba nikmati
apa yg ada sajalah.. menunggu jam 5 ternyata cukup membuat lelah dan penat
juga. Apalagi dari pagi aku lebih banyak duduk dari pada bergerak.. tak seperti biasanya , user
kali ini lebih “adem” hanya satu-dua orang yg komplain atau minta bantuanku ..
lumayan legalah..

 
Dan saat
menunggu seperti ini aku tetap saja ingin melakukan sesuatu untuk membunuh
waktu ( is it possible?? ) dengan menulis seperti ini kpikir cukup efektif/. Uneg2
keluar.. beban otak bertambah ringan dan waktupun tak terasa akan mencapai
limitnya.

 

Menunggu ..
itu menyakitkan ( seperti judul sebuah lagu dari grup antah berantah). Benarkah?
Menunggu hanya dengan berdiam diri itu pasti membosankan  ( bletak… ugh ni user ganggu aja saat diriku
sedang serius ..) lanjut ding setelah
intermezo sedikit tadi .. (serius mode on  
J )

 
Coba deh
kaitkan dengan menunggu jodoh datang (lagiii)…  atau menunggu our soulmate menjemput. Kadang begitu bosan dengan ketidakpastian.. menebak-nebak
kapankah ?? saudariku… beberapa saat lalu akupun masih dalam kebimbangan yang
sama. Dalam gundah yang itu itu juga.. dan akhirnya aku berfikir.. sampai
kapan? Ternyata  dengan menunggu itupun
adalah suatu berkah bagi kita.. sesuatu yang mungkin ga bisa lagi kita jalani
setelah menempuh hidup baru (cieeeeee)

 
Dalam kurun
waktu menunggu itu kita bisa mengisinya dengan mencari ilmu demi menghadapi “masa”
itu kelak.. mendapat tambahan pelajaran ttg apa-apa yang harus kita miliki
sebagai bekal.. Pergi ketempat yang biasa kita kunjungi sendiri,.. hunting
something with our friends.. etc.. banyak hal yang bisa kita lakuin yah??

 
Dan sekali
lagi.. semoga menunggu bukan hal yang menyakitkan..

 

 

 

 

 

Curhat Roda Dua kepada Roda Empat

January 26th, 2007 by phase

Ada curhat yg bikin
fresh nih.. dapet dari sebuah milis…

Untuk sang
penulis.. maturnuwun untuk ijin
membajaknya .. hehe

———————————————————————

 
Curhat Roda Dua
kepada Roda Empat

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang
berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak & ibu pengguna
roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak
memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat
suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena kami merasa
kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang
kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tidak anda
rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung
jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan
yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya
mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV
ataupun SUV bapak & ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu
dibelakang knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya).

Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya
khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk


kerja? Sebab kalo sebagian besar dari kami, … minimal dipotong uang
transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati
resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka
mencium aroma knalpot dan ‘bau matahari’ dari jaket lusuh kami. Walau
deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum
mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super
murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang
parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir
kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih, tarif
parkirnya aja beda.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah
oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah
dibangun, diatas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak
mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa
cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami
berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami
gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu
mereka yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg
sedikit berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya
putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur
pulas di jok belakang.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
gede kek, bodo’ amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper
kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang.
Aaaah enaknyaa di mobil.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa
menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak
pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo
kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata.
Amit-amiiiit. ..!

Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu
rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana
kami harus ‘menerima’ sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin
kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi
hi. Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus
dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks
mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he.Maaf ya pak-bu. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya,
kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
(Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa
rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau
hampir terlambat.

Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami
gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!). Tapi setidaknya, kami
cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu
duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor kantor.
Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu
lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan
akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup
lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang
rasa penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda
membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda
melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu
anda, walo cuma 10-20 detik. Jadi malu……

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki
motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau
persis, itu hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan
tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang
telat. Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak
sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan
rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat. What an ironic…..

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan
motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh
naik dan turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu
belakang bagi mereka.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja
kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil

kan?

forward message

January 9th, 2007 by phase

1Semua temen pasti pernah ya dapet pesan seperti ini, yah untuk diterusin lagi… dan aku sendiri  ga rajin2 amat untuk nerusin message ginian.. karna nurut aku pribadi.. friend alwes friend yang tetep ada dihatikuw slalu.. ceile..

aku sendiri ga masalah nerima yg begituan karna ntu juga wujud kepedulian temen, tapi.. bagi temen semua klo ga dapet balik pesannya dari aku , maklum2 aja yah… yg jelas.. u’ll be in my heart.. whatever, wherever.. tuit..tuit..