PENGARUH PERBUATAN BAIK DAN UCAPAN YANG BAIK
August 13th, 2007 by phase Manusia senantiasa mencari lingkungan yang tenang tempat merekadapat hidup dengan aman,
gembira, dan membina persahabatan. Meskipunmereka merindukan keadaan yang demikian itu, mereka tidak pernahmelakukan usaha untuk menyuburkan nilai-nilai tersebut, tetapisebaliknya, mereka sendirilah yang menjadi penyebab terjadinya konflikdan kesengsaraan.
Sering kali orang mengharapkan agar orang lain memberikan ketenangan, kedamaian, dan bersikap bersahabat.Hal ini berlaku dalam hubungan keluarga , hubungan antarpegawai diperusahaan, hubungan kemasyarakatan, maupun persoalan internasional.
Namun, untuk membina persahabatan dan menciptakan kedamaian dankeamanan
dibutuhkan sikap mau mengorbankan diri. Konflik dan keresahantidak dapat
dihindari jika orang-orang hanya bersikukuh pada ucapannya,jika mereka hanya
mementingkan kesenangannya sendiri tanpa bersediamelakukan kompromi atau
pengorbanan. Bagaimanapun, orang-orang yangberiman dan bertakwa kepada Allah
tidak bersikap seperti itu.
Orang-orang yang beriman tidak mementingkan diri sendiri, sukamemaafkan, dan
sabar. Bahkan ketika mereka dizalimi, mereka bersediamengabaikan hak-hak
mereka. Mereka menganggap bahwa kedamaian,keamanan, dan kebahagiaan orang lain
lebih penting dibandingkan dengankepentingan pribadi mereka, dan mereka
menunjukkan sikap yang santun.Ini merupakan sifat mulia yang diperintahkan
Allah kepada orang-orangberiman:
“Dan
tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklahkejahatan itu
dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yangantaramu dan antara dia
ada permusuhan seolah-olah telah menjadi temanyang sangat setia. Sifat-sifat
yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang
sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang
mempunyai keberuntungan yang besar.”(Q.s. Fushshilat: 34-5).
“Ajaklahkepada jalan
Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik danbantahlah mereka dengan cara
yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialahyang lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya danDialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (Q.s.an-Nahl: 125).
Sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, sebagai balasan atasperbuatan
baiknya bagi orang-orang yang beriman, Allah mengubah musuhmereka menjadi
“teman yang setia”. Ini merupakan salahsatu rahasia Allah. Bagaimanapun juga, hati manusia berada di tanganAllah. Dia mengubah hati dan pikiran siapa saja yang Dia kehendaki.
Dalam ayat lainnya, Allah mengingatkan kita tentang pengaruhucapan yang baik dan lemah lembut.
Allah memerintahkan Nabi Musa danHarun a.s. agar mendatangi Fir’aun dengan
lemah lembut. MeskipunFir’ aun itu zalim, congkak, dan kejam, Allah memerintahkan rasul-Nya agar berbicara kepadanya dengan lemah lembut. Allah
menjelaskan alasannya dalam al-Qur’an:
“Pergilahkamu
berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas.Maka berbicaralah
kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemahlembut, mudah-mudahan ia ingat
atau takut.” (Q.s. Thaha: 43-4).
Ayat-ayat ini memberitahukan kepada orang-orang yang berimantentang sika p yang harus mereka
terapkan terhadap orang-orang kafir,musuh- musuh mereka, dan orang-orang yang
sombong. Tentu saja inimendorong kepada kesabaran, kemauan, kesopanan, dan
kebijakan. Allahtelah mengungkapkan sebuah rahasia bahwa Dia akan menjadikan
perbuatanorang- orang beriman itu akan menghasilkan manfaat dan akan
mengubahmusuh- musuh menjadi teman jika mereka menaati perintah-Nya
danmenjalankan akhlak yang baik.
———–ööö———–
