Archive for July, 2006

KATA-KATA BIJAK part2

Saturday, July 29th, 2006

Taubat

Taubat itu wajib bagi seseorang.Tapi lebih wajib lagi
baginya untuk meninggalkan dosa. Perjalanan waktu ini sgt mengherankan,tp lebih
mengherankan lagi kelalaian manusia thd waktu. Sabar dlm menghadapi musibah itu
sulit tp hilangnya kesabaran itu lbh sulit lg akibatnya.Semua yg bisa dicapai
itu dkt,tp kematian lbh dekat dr semuanya (Ali Bin Abi Thalib r.a)

 

Enam sumber kerusakan hati

"sesungguhnya kerusakan hati itu lantaran
6 hal:

1. Sengaja berbuat dosa karena masih
ada harapan untuk bertaubat.

2. Mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi
tidak mengamalkanya.

3. Ketika mengamalkanya tidak ikhlas.

4. Makan rejeki dari Alloh tetapi
tidak mau mensyukurinya

5. Tidak pernah puas dengan pemberian
Allah.

6. Mengebumikan Jenazah tetapi tidak
pernah mengambil pelajaran dari peristiwa itu" (Hasan Al Bashri ra)

 

 5. Tanda Ketakwaan:

· Enggan bergaul kecuali dgn org yg
dpt memperbaiki agamanya&mengendalikan syahwat&lisannya.

· jika memperoleh dunia besar,
dianggapnya sebagai beban&ujian.

· jika ilmu agamanya bertambah, meski
sedikit, ia merasa sangat beruntung.

· tidak mengisi perutnya secara penuh
meski dgn mknan halal, khawatir bercampur barang yg haram.

· memandang semua org sudah baik, sedangkan merasa
dirinya masih kotor&penuh dosa. ( khalifah Ustman bin Affan ra) afwan bila
tidak berkenan

 

orang yang meninggalkan Sholat

 Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding
dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh
dengan ibunya di dalam Ka’bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang
yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka
ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah lapan puluh
tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakhirat
perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah hadis Nabi yg wajib
kita YAKIN, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk
melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah SERTA BEMUHASABAH….SUBUH TADI
TERLEPASKAH AKU? Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum
mengetahui

 


"kita akan selalu kecewa selama kita masih
menaruh harapan pada manusia, jadi berharaplah hanya kepada Allah SWT,
jadikanlah Allah SWT sebagai awal (alasan) dan akhir (tujuan) mu, Andalkanlah
selalu Allah SWT maka Insya Allah Allah tidak akan mengecewakan kita”

 

KATA-KATA BIJAK

Saturday, July 29th, 2006

4
Perkara Yang Tidak Diketahui Kadarnya

Hatim berkata : "4 perkara yang tidak diketahui kadarnya melainkan oleh 4 perkara

1) Muda tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang tua
2) Kesejahteraan (kedamaian) tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang yang terkena bala
3) Kesehatan tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang yang sakit
4) hidup tidak diketahui kadarnya melainkan oleh orang yang telah mati

# Orang Yang Paling Kuat #

"Orang yang paling kuat ialah orang yang dapat
bangun waktu Subuh"

#Akibat Selalu Kenyang…#

"Sesiapa yang selalu kekenyangan maka
banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak
dagingnya maka kuatlah nafsunya, siapa yang
kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa
yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan
sesiapa yang keras hatinya maka tenggelamlah
dia dalam bencana dunia serta keindahannya"

#Semulia Manusia#

"Semulia-mulia manusia ialah siapa yang
mempunyai adab, merendahkan diri ketika
berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya
membalas dan bersikap adil ketika kuat" - Khalifah
Abdul Malik bin Marwan

#Akhlak Yang Buruk#

"Adab dan akhlak yang buruk seperti tembikar
yang sudah pecah. Tidak dapat dilekatkan lagi dan
tidak dapat dikembalikan menjadi tanah" - Wahab
Munabih

 

jum’at
januari 2006

Menjadi
orang yang sederhana adalah cita-cita setiap muslim. Sayangnya, cita-cita yang
mudah untuk digapai ini, sangat sulit diwujudkan. Hanya orang-orang yang
berimanlah yang dapat merealisasikannya. Sedangkan, sebagian besar kita, seolah
terlena dengan hiruk pikuknya aktivitas dunia. Tidak berbeda antara yang kaya
dan yang miskin. Kesederhanaan seolah permata yang hilang di tengah

padang

pasir sahara

MAULID

Saturday, July 29th, 2006

Tinjauan Islam Terhadap Perayaan Maulid Nabi Shollallohu
alaihi was sallam

oleh : Diterjemahkan dari majalah Al-Usroh edisi 120 tahun
ke-10

 

 

Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad
Shollallohu alaihi was sallam dan seburuk-buruk perkara (dalam agama) adalah
yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah dan
setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

 

Fakta Sejarah

 

Melihat perjalanan hidup Nabi Shollallohu alaihi was
sallam, juga sejarah para sahabat Beliau serta para Tabi’in –semoga Alloh
Subhanahu wa Ta’ala ridho kepada mereka semua- demikian juga orang-orang yang
mengikuti mereka, bahkan sampai tahun 350 H, maka tidak kita temukan seorangpun
dari mereka mengatakan, memerintahkan apalagi mendorong untuk melakukan
perayaan hari lahirnya Nabi Shollallohu alaihi was sallam baik itu dari
kalangan ulama, tidak juga hakim bahkan sampai masyarakat biasa.

 

Al-Hafidz Ash-Sakhowi dalam fatwanya mengatakan: “
memperingati hari kelahiran Nabi Shollallohu alaihi was sallam tidak pernah
dinukil dari seorangpun kalangan as-salaf ash-sholih (para pendahulu dari
kalangan sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka) hingga sekitar
tahun 300-an Hijriah, akan tetapi perbuatan itu diketemukan setelah tahun
tersebut”.

 

Dengan demikian ada soal penting yang perlu dijawab yaitu:
“Kapan perbuatan ini pertama kali terjadi? Dan siapa yang pertama kali
melakukannya? Apakah dari kalangan ulama, atau hakim atau raja-raja yang
merupakan penerus-penerus ahli sunnah dan orang-orang yang mengikuti mereka?
Atau orang lain di luar mereka?

 

Pertanyaan di atas dijawab oleh seorang ahli sejarah yang
berpegang teguh kepada sunnah, yaitu al-Imam Al-Maqrizi (semoga Alloh
merahmatinya), yang mengatakan dalam bukunya: Al-Khutut jilid 1 hal 490 dan
setelahnya sebagai berikut : “ Hari-hari yang dijadikan oleh penguasa Fatimiyah
sebagai perayaan, keadaan-keadaan rakyatnya dan kemeriahan-kemeriahan pada hari
itu”. Beliau berkata: “ Penguasa Fatimiyah dalam sepanjang tahun mempunyai
hari-hari raya dan perayaan yaitu, akhir tahun, awal tahun, hari Ashuro (1-10
dzilhijjah), kelahiran Nabi Shollallohu alaihi was sallam, kelahiran Ali ibn
Abi Tholib -semoga Alloh ridho kepadanya-, kelahiran Hasan dan Husein –semoga
keselamatan dilimpahkan kepada mereka berdua-, kelahiran Fatimah binti Zahro
–semoga keridhoan Alloh dilimpahkan kepadanya-, kelahiran penguasa, malam awal
bulan rojab, malam pertengahan bulan rojab, perayaan malam romadhon, perayaan
awal romadhon, akhir romadhon, perayaan malam penutupan romadhon, idhul fitri,
idhul adha, perayaan Al-Ghodir, perayaan kiswatus Syita, ulang tahun, perayaan
khomisul a’das, dan perayaan hari-hari rukubaat”.

 

Beliau juga mengatakan dalam bukunya yang berjudul Ittiatul
Hunafaa (2/48) tahun 394 H : “dan pada bulan Robiul Awwal orang-orang
mengharuskan untuk memasang lampion di sepanjang jalan dan gang-gang sempit
dalam

kota

”.Dalam buku yang lain (3/9 9) tahun 517 Beliau berkata: “
dan kegiatan-kegiatan perayaan maulid yang mulia Nabi Shollallohu alaihi was
sallam pada bulan Robiul Awwal menjadi kebiasaan ”. Dalam buku Ittiatul Hunafaa
Beliau juga menggambarkan bentuk-bentuk perayaan yang diadakan untuk
memperingati kelahiran Nabi Shollallohu alaihi was sallam.

 

Tinjauan Islam Terhadap Perayaan Maulid Nabi Shollallohu
alaihi was sallam

oleh : Diterjemahkan dari majalah Al-Usroh edisi 120 tahun
ke-10

 

Bid’ah yang Bertumpuk-Tumpuk

 

Dari cuplikan – cuplikan di atas Anda dapat melihat
bagaimana peringatan maulid Nabi Shollallohu alaihi was sallam terkumpul
bersama dengan bid’ah-bid’ah lain yang agung ( Bid’ah: segala sesuatu baik
keyakinan, ucapan maupun amalan yang diada-adakan dalam agama Islam) pent
seperti:

 

Bid’ah Syiah Rofidhoh dan berlebih-lebihan dalam menyanjung
ahlul bait (keluarga Nabi Shollallohu alaihi was sallam), hal ini dapat dilihat
dari perayaan-perayaan untuk memperingati hari lahir Ali, Fatimah, Hasan dan
Husein – semoga Alloh ridho kepada mereka semua-. Merupakan satu hal yang sudah
diketahui bahwa daulah Ubaidiah yang mengaku dirinya keturunan Fatimah (semoga
Alloh ridho kepada beliau). Fatimiah adalah daulah syiah batiniah rofidhiah
yang memerangi Alloh dan Rosul-Nya, menghancurkan sunnah dan orang-orang yang
berpegang teguh kepadanya.

 

Bid’ah perayaan tahun baru

Persia

maupun kelahiran Isa alaihi salam
yang merupakan hari raya umat Kristen. Tentang kedua hari raya umat Kristen
ini, Ibnu Tarkamanie mengatakan dalam buku beliau yang berjudul Al-lamu’fil
hawaadist wal bida’ (1/293-316): “ Termasuk perbuatan bid’ah rendahan adalah apa
yang dilakukan oleh kaum muslimin di tahun baru

Persia

dan perayaan-perayaannya dengan
menggalakan infak”. Beliau mengatakan: “ Ini adalah infak yang tidak ada
artinya, dan keburukannya akan kembali kepada yang berinfak dalam waktu dekat
atau lama”. Selanjutnya Beliau mengatakan: “ dan dari sedikitnya taufik adalah
apa yang dilakukan oleh seorang muslim yang jelek dengan perayaan yang dikenal
dengan istilah

Natal

(kelahiran Isa Al-Masih)”. Telah
dinukil dari ulama kalangan Hanafiah bahwa barang siapa (muslim) melakukan
perayaan yang telah disebut di atas, kemudian dia tidak bertobat dari perbuatan
itu maka dia telah kafir seperti mereka. Disebutkan juga dari mereka tentang
beberapa perayaan umat Nasrani yang diikuti oleh sebagian umat yang bodoh,
keharaman mengikutinya menurut Al-Quran dan As-Sunnah, serta penyimpangannya
dari kaidah –kaidah syariat secara umum.

 

Selanjutnya Al-Maqrizi mengatakan dalam tulisannya (1/432):
“ Dahulu Al-Afdhol ibn Umair Al-Juyus telah memberantas peringatan-peringatan
hari kelahiran yang empat; Maulid Nabi, Maulid Ali, Maulid Fatimah dan
Penguasa, dengan sungguh-sungguh sampai semua peringatan-peringatan itu
dilupakan, hingga kemudian ada pengajar-pengajar yang kembali
menyebut-nyebutnya kepada penguasa dan memperbaharuinya (memasukan) dengan
ajaran-ajaran Alloh ke dalamnya, berdiskusi dengannya hingga akhirnya perayaan
itu kembali dilakukan”.

 

Pengakuan yang Tertolak

 

Dengan demikian kita mengetahui bahwa yang pertama kali
mengadakan peringatan maulid Nabi adalah bani Ubaid yang terkenal dengan
sebutan orang-orang Fatimiah. Bagaimana perkataan para ulama tentang daulah
Fatimiah Al-Ubaidiah yang telah menciptakan peringatan ini?.

 

Al-Imam Abi Syaamah seorang ahli sejarah masa sekarang yang
juga penulis buku: Ar-Roudhoutaini fi Akhbaari Ad-Daulatain (Dua Taman Mengenai
Berita-berita Dua Daulah)” hal: 200-202 mengatakan tentang orang-orang Fatimiah
Al-Ubaidiah: “ Mereka menampakkan kepada orang-orang bahwa dirinya adalah
orang-orang yang mulia Fatimiah, hingga selanjutnya mereka menguasai negeri dan
memaksa hamba-hamba Alloh. Beberapa ulama-ulama besar telah menyebutkan bahwa
mereka tidaklah mempunyai hak untuk itu termasuk juga klaim mereka sebagai
keturunan Fatimah – semoga Alloh ridho kepada Beliau-. Justru mereka dikenal dengan
bani Ubaid. Dimana orang tua Ubaid ini merupakan keturunan Majusi (Bangsa
Penyembah Api) pent yang menyimpang dari kebenaran.

Ada

juga yang mengatakan bahwa orang
tua Ubaid adalah orang Yahudi dari keluarga Salimah yang berasal dari negeri
Syam (Syiria), dan dia seorang pandai besi.

 

Dahulu Ubaid ini bernama Sa’id, ketika ia masuk ke Magrib
(Maroko) ia dipanggil dengan nama Ubaidillah, dan mengaku bahwa dirinya adalah
keturunan Fatimah, padahal hal ini tidaklah benar (tidak ada satupun
penulis-penulis silsilah keturunan yang menyebutkan bahwa dia merupakan
keturunan Fatimah, bahkan sekelompok ulama menyebutkan hal yang sebaliknya).
Selanjutnya keadaan menjadi lunak kepadanya, sampai kemudian ia menjadi raja
dengan gelar Al-Mahdi. Pada langkah selanjutnya keturunannya membangun silsilah
(Al-Mahdiah) di Maroko yang disandarkan kepadanya, dimana mereka adalah
orang-orang yang zindiq dan jelek. Menjadi musuh Islam dan merupakan pendukung
Syiah secara sembunyi-sembunyi, sangat berambisi untuk menghilangkan jalan
Islam, membunuh banyak para ahli fikih dan ahli hadist, dengan tujuan
membiarkan orang-orang hidup seperti binatang ternak, sehingga mudah untuk
menyebarkan aqidah mereka, maka rusak dan sesatlah orang-orang. Akan tetapi
Alloh akan selalu menyempurnakan cahaya-Nya sekalipun orang-orang kafir benci.

 

Keturunan-keturunan mereka terus berkembang. Mereka
menampakkan diri jika ada kesempatan dan bersembunyi apabila keadaan tidak
memungkinkan. Dai-dai mereka terus bergerak menyesatkan manusia. Hingga tinggallah
musibah ini dalam Islam sejak awal dan akhir kekuasaan mereka (bulan dzil
hijjah tahun 299 H sampai 567 H ).

 

 

 

 

 

 

Fatwa Ulama Tentang Maulid Nabi Shollallohu alaihi was
sallam

 

Fadhilatus Syaikh Dr. Sholih ibn Fauzan ibn Al-Fauzan salah
seorang anggota dari haiatu kibaaril Ulama Kerajaan Saudi Arabia memberikan
nasihat dan fatwa seputar masalah perayaan maulid Nabi Shollallohu alaihi was
sallam (hingga akhir tulisan), berikut ini nasihat dan fatwa beliau – semoga
Alloh Ta’ala selalu menjaganya-:

 

Dari sekian banyak perbuatan bid’ah yang dilakukan oleh
orang-orang adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad Shollallohu alaihi was
sallam pada bulan Robiul Awwal. Mereka yang melakukan hal ini terbagi menjadi
beberapa macam; diantara mereka ada yang hanya sekedar berkumpul dan membaca
kisah kelahiran Beliau, atau mengadakan ceramah dan membaca syair-syair ( di
Indonesia lebih terkenal dengan istilah puji-pujian)Pent. Diantara mereka ada
juga yang membuat berbagai macam hidangan dan memberikannya kepada siapa saja
yang datang dalam acara itu.

 

Demikian juga tempat penyelenggaraannya, ada diantara
mereka yang mengadakannya di masjid atau hanya di rumah-rumah. Lebih parah lagi
diantara mereka dalam memperingati maulid bukan sekedar menyelenggarakan
acara-acara biasa, seperti yang telah disebutkan di atas akan tetapi mereka
menjadikan perkumpulan itu penuh dengan perkara-perkara haram dan mungkar.
Bercampur-baur antara laki-laki dan perempuan dalam satu tempat, tari-tarian
serta lagu-lagu. Demikian juga perbuatan-perbuatan syirik seperti istighosah
(memohon diselamatkan dari bencana) kepada Rosul Shollallohu alaihi was sallam,
berdoa, serta memohon kemenangan dari musuh kepada Beliau dan lain-lainnya.
Tidak diragukan lagi bahwa semua perkara-perkara di atas merupakan perbuatan
bid’ah yang diharamkan, merupakan berbuatan baru dalam agama yang sudah
berlangsung berabad-abad.

 

Argumen-Argumen Seputar Masalah

 

Orang-orang yang mengerjakan atau mendukung perayaan maulid
Nabi Shollallohu alaihi was sallam mempunyai klaim, dakwaan dan subhat untuk
melegalkan tindakan bid’ah mereka, yaitu:

 

Perayaan Maulid Nabi Shollallohu alaihi was sallam
merupakan bentuk pengagungan kepada Beliau Shollallohu alaihi was sallam.

 

Jawaban terhadap pengakuan ini adalah:

Sesungguhnya pengagungan terhadap Nabi Shollallohu alaihi
was sallam adalah dengan taat, mengerjakan perintah dan meninggalkan
larangan-larangan Beliau, serta mencintai Nabi Shollallohu alaihi was sallam.
Pengagungan terhadap Nabi Shollallohu alaihi was sallam bukanlah dengan
mengerjakan perbuatan bid’ah, khurofat, dan maksiat serta perayaan untuk
memperingati kelahiran Beliau sebab semua perbuatan ini merupakan bentuk
pertentangan kepada Beliau Shollallohu alaihi was sallam.

 

Adapun orang yang paling besar kecintaannya kepada Nabi
Shollallohu alaihi was sallam mereka tiada lain adalah para sahabat Beliau
–semoga Alloh ridho kepada mereka semua- Seperti yang dikatakan oleh Urwah ibn
Mas’ud kepada orang-orang suku Quraish:

 

“ Hai kaum! Demi Alloh, saya telah diutus kepada Kisro
(gelar raja Persia)pent, demikian juga kepada Kaisar (gelar raja Romawi)pent
serta raja-raja, belum pernah aku melihat seorang rajapun diagungkan oleh
sahabat –sahabatnya seperti pengagungan sahabat-sahabat Muhammad Shollallohu
alaihi was sallam, Demi Alloh belum pernah ada pengagungan yang seperti itu”.

 

Namun demikian, pengagungan para sahabat kepada Nabi
Shollallohu alaihi was sallam yang begitu besar tidak membuat mereka merayakan
hari kelahiran (maulid) Beliau Shollallohu alaihi was sallam. Seandainya
perayaan ini dianjurkan pasti para sahaabat –semoga Alloh ridho kepada mereka
semua- tidak akan meninggalkannya.

 

Peringatan dan Perayaan Maulid Nabi Shollallohu alaihi was
sallam banyak dilakukan oleh kebanyakan orang di berbagai negeri.

 

Jawaban terhadap terhadap pernyataan di atas adalah:

Telah tetap dalil dari Rosululloh Shollallohu alaihi was
sallam tentang pelarangan bid’ah secara umum, dan peringatan maulid merupakan
bagian dari bid’ah. Demikian juga perbuatan kebanyakan orang yang bertentangan
dengan dalil tidaklah menjadi alasan legalitas atau hujjah untuk
diperbolehkannya hal itu. Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :

Artinya: “ Seandainya kamu mengikuti kebanyakan manusia di
bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh” (QS. Al-An’an: 116)

 

Padahal selalu ada orang (ulama) yang menginkari perbuatan
bid’ah ini serta menjelaskan kesalahannya di setiap masa,. Maka tidak ada
alasan bagi orang yang terus-menerus menghidupkan perbuatan bid’ah ini setelah
datangnya kebenaran tentang hal ini. Diantara ulama-ulama itu –semoga Alloh
ridho kepada mereka semua- adalah: Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam bukunya “
Iqtidhous Shirotil Mustaqim” Imam Ash-Shatibi dalam bukunya “ Al-I’tishom”
Ibnul Haj dalam bukunya yang berjudul “ Al-Madhol” bahkan Syaikh Tajuddin Ali
ibn Umar Al-Khumai mengingkari bid’ah ini dalam buku tersendiri.

 

Kemudian diantara ulama yang menjelaskan kerusakan
perbuatan ini adalah Syaikh Muhammad Basyir As-Sahsawani Al-Hindi dalam bukunya
yang berjudul “ Siyanatul Insan” demikian juga Sayyid Muhammad Rosyid Ridho
telah mengarang secara tersendiri masalah ini, juga Syaikh Muhammad ibn Ibrohim
Ali Syaikh serta Samahatus Syaikh Abdul Aziz ibn Baz serta lain-lainnya yang
senantiasa menginkari bid’ah maulid ini melalui tulisan-tulisan sepanjang
tahun, pada saat kebid’ahan ini ada.

 

 

Orang-orang yang mengerjakan maulid mengatakan: “
Sesungguhnya perayaan maulid ini merupakan upaya menghidupkan dzikir kepada
Nabi Shollallohu alaihi was sallam

 

Jawaban terhadap hal ini:

Menghidupkan dzikir kepada Nabi Shollallohu alaihi was
sallam adalah dengan cara yang telah disyariatkan oleh Alloh Ta’ala seperti
dalam adzan dan iqomah, ketika khotbah, sholawat, bacaan tasyahud ketika
sholat, membaca hadits, serta mengikuti apa-apa yang datangnya dari Beliau
Shollallohu alaihi was sallam. Hal ini berlangsung terus-menerus siang dan
malam tidak terbatas hanya satu kali dalam setahun.

 

Kadang-kadang mereka mengatakan “ Perayaan maulid Nabi itu
dipelopori oleh seorang raja yang adil dan alim (berilmu) dengan tujuan untuk
mendekatkan diri kepada Alloh”

 

Jawaban terhadap hal ini:

Bid’ah itu tidak bisa diterima dari siapapun datangnya,
demikian juga niat baik harus diwujudkan dengan perbuatan baik pula bukan
dengan perbuatan jelek. Adapun keberadaan raja itu sebagai seorang yang adil
dan alim tidak menjamin dirinya sebagai seorang yang ma’sum (bebas dari dosa).

 

Mereka mengatakan: Perayaan Maulid Nabi itu merupakan
bid’ah hasanah (baik), karena hal itu sebagai bentuk rasa syukur kepada Alloh
yang telah mengirim Rosul-Nya yang mulia.

 

Pernyataan ini kita jawab:

“ Tidak ada kebaikan dalam bid’ah. Bukankah Nabi
Shollallohu alaihi was sallam telah bersabda: “ Barang siapa yang
mengada-adakan dalam urusan kami, sesuatu yang tidak ada asalnya maka ia
tertolak” . Kemudian kita katakan kepada mereka: “mengapa bentuk rasa syukur
ini (menurut sangkaan mereka) terlambat, baru diadakan pada abad ke-enam?
Sedangkan sebaik-baik generasi yaitu generasi sahabat, tabi’in dan pengikut
tabi’in belum melaksanakannya? Padahal mereka –semoga Alloh ridho kepada mereka
semua- adalah generasi yang paling mencintai Nabi Shollallohu alaihi was sallam
, serta manusia-manusia yang paling bersemangat dalam urusan kebaikan dan
golongan yang paling pandai bersyukur. Apakah pelopor perbuatan bid’ah ini
lebih lurus? Apakah rasa syukurnya kepada Alloh Ta’ala lebih besar dari
generasi pendahulunya?

 

Terkadang mereka juga mengatakan: Sesungguhnya perayaan
Maulid Nabi Shollallohu alaihi was sallam dibangun di atas kecintaan kepada
Beliau Shollallohu alaihi was sallam. Dan perayaan ini adalah salah satu dari
tanda-tanda cinta kepada Nabi. Bukankah menampakkan rasa cinta kepada Beliau
dianjurkan?

 

Jawaban:

Tidak diragukan lagi bahwa mencintai Nabi Shollallohu
alaihi was sallam wajib hukumnya bagi setiap muslim melebihi cintanya kepada
diri-sendiri, orang tua, anak-anaknya bahkan semua orang. Akan tetapi bukan
seperti itu caranya, yaitu dengan mengada-adakan perkara dalam agama yang belum
pernah Beliau ajarkan kepada kita, akan tetapi kecintaan kepada Beliau
mengandung tuntutan untuk taat dan mengikutinya, dan inilah bentuk kecintaan
yang paling besar kepada Beliau Shollallohu alaihi was sallam.

 

Cinta kepada Nabi Shollallohu alaihi was sallam mengandung
konsekuensi menghidupkan sunnah Beliau, berpegang teguh kepadanya,
mengenyampingkan hal-hal yang menyelisihinya baik ucapan maupun perbuatan. Dan
tidak diragukan lagi bahwa segala sesuatu yang berseberangan dengan sunnah
adalah bid’ah yang tercela serta sebagai suatu bentuk maksiat yang nyata. Salah
satunya adalah perayaan untuk memperingati kelahiran Nabi Shollallohu alaihi
was sallam atau yang biasa dikenal dengan maulid Nabi ini.

 

Sebuah Nasihat untuk Saudaraku

 

Perayaan untuk memperingati kelahiran Nabi Shollallohu
alaihi was sallam atau biasa dikenal dengan istilah Maulid Nabi dengan segala
macam bentuk dan ragamnya adalah bid’ah. Menjadi kewajiban bagi seorang muslim
untuk tidak melakukannya dan mencegah orang lain turut serta di dalamnya.
Seyogyanya seorang muslim itu sibuk dengan perkara-perkara sunnah serta
berpegang teguh kepadanya bukan malah sebaliknya, tidak terperdaya dengan
orang-orang yang menyebarkan serta mempertahankan bid’ah maulid ini.

 

Kelompok orang yang mempertahankan bid’ah ini kepedulian
mereka terhadap bid’ah lebih besar dari pada kepeduliannya untuk menghidupkan
sunnah, bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Oleh karena itu tidak boleh
seseorang itu untuk fanatik dan mengekor kepada mereka, sekalipun mereka itu
mayoritas. Akan tetapi seorang muslim hendaknya mengikuti orang-orang yang
berjalan di atas sunnah dari golongan salafus sholih dan orang-orang yang
mengikuti mereka sekalipun mereka minoritas. Kebenaran itu tidaklah diketahui
dari orangnya, akan tetapi seseorang itu akan diketahui dengan kebenaran.

 

Nabi Shollallohu alaihi was sallam telah bersabda: “
Sesungguhnya barang siapa diantara kalian yang hidup setelahku, maka dia akan
melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang teguh kepada
sunnah-ku dan sunnah Al-Khulafa Al-Rosyidin Al-Mahdiyyin setelahku, gigitlah
(sunnah) dengan geraham kalian. Tinggalkan oleh kalian perkara-perkara yang
baru (dalam agama), karena setiap bid’ah itu adalah sesat”.

 

Hadist ini memberi petunjuk kepada kita, siapa gerangan
yang harus kita ikuti ketika terjadi perselisihan?. Sebagaimana telah
dijelaskan bahwa setiap ucapan maupun perbuatan yang bertolak-belakang dengan
sunnah maka itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.

 

Kita melihat bahwa perayaan maulid Nabi tidak ditemukan
asalnya sama sekali dalam sunnah Rosululloh Shollallohu alaihi was sallam juga
dalam sunnah para pengganti Beliau Al-Khulafa Ar-Rosyidin. Dengan demikian
perayaan maulid Nabi merupakan perkara yang baru, bid’ah dalam agama ini.
Inilah dasar yang terkandung dalam hadist yang mulia di atas, sebagaimana yang
ditunjukkan oleh firman Alloh Ta’ala:

 

Artinya:

“ Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu ,
maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Al-Quran) dan Rosul-Nya (sunnahnya), jika
kalian benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu
lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS; An-Nisaa; 59)

 

Kembali kepada Alloh Ta’ala adalah dengan kembali kepada
Kitab-Nya yang mulia, dan kembali kepada Rosul Shollallohu alaihi was sallam
adalah dengan kembali kepada sunnah Beliau setelah meninggalnya. Al-Quran dan
sunnah keduanya merupakan rujukan ketika terjadi perselisihan. Ayat dan hadist
mana yang menunjukkan diperintahkannya perayaan maulid Nabi? Maka hendaknya
bagi orang-orang yang melakukan atau menganggap baik bid’ah ini atau
bid’ah-bid’ah yang lainnya untuk kembali kepada Alloh Ta’ala. Inilah posisi
seorang muslim yang menginginkan kebenaran. Adapun orang yang menentang dan
sombong setelah tegak dan datangnya dalil yang terang kepada dirinya, maka
perhitungannya ada di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

 

( Diterjemahkan dari majalah Al-Usroh edisi 120 tahun ke-10
, Bulan Robiul Awwal 1424 H oleh Joko Pamungkas, dengan sedikit perubahan(

CARA AMAN BERLINDUNG DARI GEMPA

Saturday, July 29th, 2006

Cara Aman Berlindung Dari Gempa

( teori segitiga kehidupan )

Dari Artikel Doug Copp mengenai “Segitiga
Kehidupan”
Diedit untuk briefing Komite Keselamatan MAA

Saya Doug Copp, Kepala Penyelamat dan
Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), tim penyelamat
paling berpengalaman di dunia. Informasi dalam artikel ini dapat menyelamatkan
nyawa anda dari gempa bumi.

Saya telah merangkak di bawah 875
reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan
mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB
untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Saya telah bekerja di seluruh bencana
besar di dunia sejak tahun 1985.

Pada tahun 1996 kami membuat film yang
membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat. Kami meruntuhkan
sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka “menunduk dan
berlindung” dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup “segitiga
kehidupan”. Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk
ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu
menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan
hidup dan mereka yang menggunakan metode saya “segitiga kehidupan” bertahan
hidup 100%.

Film ini telah dilihat oleh jutaan orang
melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program
televisi di USA Canada dan Amerika Latin.Bangunan pertama yang saya masuki adalah
sebuah sekolah di Mexico
  City.

pada gempa bumi tahun
1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk
sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping
meja masing-masing di lorong.

Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk
berlindung di bawah sesuatu. Secara sederhana, saat bangunan runtuh,
langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furnitur sehingga menghancurkan
benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini
lah yang saya sebut “segitiga kehidupan”. Semakin besar bendanya, maka semakin kuat
benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit
remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang
yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di
televisi, hitunglah “segitiga kehidupan” yang anda temui. Segitiga ini ada di
mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi

  1. Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya. 
  1. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara  alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam  ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. 
  1. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang. 
  1. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada disamping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa. 
  1. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar. 
  1. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat![[
  1. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga  tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhi lah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut aka runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak. 
  1. Berdiri lah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau disebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah  luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda  tertutup. 
  1. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika  jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata  terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol. 
  1. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak  memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

Sebarkan
informasi ini dan selamatkan nyawa orang yang anda cintai.

ANTARA KESEL MA GEMES

Tuesday, July 25th, 2006

040506_1307

ponakan tersayangnya ocha ..

udah
seminggu ini pala beraaaaaat banget.. hehe… mo coba2 ngurus anak bayi,tapi
ternyata ga sanggup.. beraaaaaaaaaat..:(( hua.ternyata berat sekali
sodara-sodara.. klo udah mewek harus buatin susu secepatnya ga pake lama lagi .
ugh andaikan ada pabriknya kan bisa langsung di sumpel ya . maklum.. itu anak
titipan kakak di medan, so pabrik
susunya ya ketinggalan di sono.

tengah
malem pas waktunya bobo.. eh tuh cimut malah melek. dikasih susu.. eh abis itu
pipis..
udah diganti popoknya. eh keringetan,gelisah yg ujung-ujungnya minta digendong.
Abis digendong mo di letakin.. eh dianya pup :)) hayaaaaaah =)) ..

tapi
ga bisa marah ato kesel.. karena si cimut itu langsung pasang senyum
lebaaaaaaar yang bikin gemes banget… aduh… harus gimana yak.. gimana lagi
klo punya anak ndiri :))
liat aja posenya klo bobo.. ga tega banget mo kesel-kesel.

tadi
siang  dapet telp dia sakit.. wah, kayaknya masuk angin.. duh anak kecil
atit susah ya.. ga bisa bilang atitnya dimana.. doain  cha sabar yak..