TULANG RUSUK
Thursday, September 28th, 2006
TULANG
RUSUK
Fiona : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa ?
Albert : Kamu dong !!!
Fiona : Menurut kamu, aku ini siapa ?
Albert : ( berpikir sejenak lalu menatap Fiona
dengan pasti).
Kamu tulang rusukku!!! Karena Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam
tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa.
Semua Pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya,tidak
lagi merasakan sakit di hati…"
Setelah
menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk
sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam
kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang ada. Hidup mereka
menjadi membosankan.
Kenyataan
hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta
satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu
mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari
pada akhir sebuah pertengkaran Fiona lari keluar rumah. Saat tiba di
seberang jalan, dia berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama
aku!". Albert sangat membenci ketidakdewasaan Fiona dan secara
spontan balik berteriak “Aku menyesal kita menikah! Kamu
ternyata bukan tulang rusukku !!!"
Tiba-tiba
Fiona menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat.
Albert menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air
yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali.
Dengan
berlinang air mata, Fiona kembali ke rumah dan mengambil
barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan
tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan
mencari pasangan sejati masing - masing.
Lima tahun berlalu. Albert tidak menikah
lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Fiona.
Fiona pernah ke luar nege ri tetapi sudah kembali. Dia pernah
menikah dengan seorang asing dan bercerai. Albert agak kecewa bahwa Fiona tidak
menunggunya kembali. Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya
dan merasakan sakit dihatinya.
Tetapi dia
tidak sanggup mengakui bahwa ia merindukan Fiona. Suatu
hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat di mana
banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh
sebuah dinding pembatas.
Albert :
Apa kabar ?
Fiona : Baik … apakah kamu sudah menemukan
rusukmu yang hilang ?
Albert : Belum.
Fiona : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Aku akan
kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu
nomor telepon kita, tidak ada yang berubah. Fiona tersenyum manis,
lalu berlalu. "Good bye ….."
Satu minggu
kemudian ternyata Fiona adalah satu korban Menara WTC.
Malam itu, sekali
lagi, Albert mereguk kopinya dan kembali merasakan Sakit dihatinya.
Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Fiona, Tulang
rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
***
"Kita
melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya adalah fatal. Seringkali penyesalan itu datang
belakangan akibatnya setelah kita menyadari kesalahan kita, semua
sudah terlambat….
Karena itu
jagalah dan sayangilah orang yang kau cintai dengan segenap
hatimu…, Sebelum kau mengucapkan sesuatu berpikirlah dulu,apakah
kata-kata yang kau ucapkan akan menyakiti orang yang kau cintai??
Kalo iya sebaiknya jangan kau ucapkan. Karena akan semakin besar
resiko kau kehilangan orang yang kau cintai. Jadi
berpikirlah dahulu, apakah kata-kata yang akan kau ucapkan
sebanding dengan akibat yang akan kau terima??"
Author:
Unknown.
** saya
dapetin artikel ini dari seorang teman.. udah lama banget.. tapi bagus buat
renungan . sayangilah apa yg kau sayangi