Archive for December, 2006

Banjir, betapa …

Monday, December 25th, 2006

MasyaAllah,..
banjir yang menggenang di wilayah NAD berimbas jauh… yang terkena dampak bukan
hanya korban banjir.. tapi penduduk yang berada di “wilayah kering” pun ikut
merasakan akibatnya…

 
Banjir
bandang kali ini sampe mengakibatkan jalur lintas Sumatera terputus.. jalur Medan-Banda Aceh pun jadi kesendat
akibat air yang menggenangi jalanan setinggi 2 meter. Jelas aja barang2 dari Medan
ke Aceh ga
bakal bisa nyampe.. klo bisa pun ambil
jalan memutar melalui jalur Barat.. otomatis jauhnya jadi 2x dari jalur biasa.
Yang biasa bisa ditempuh 12 jam menjadi 24 jam..

 

 Klo udah
gini yang paling puyeng ya ibu rumah tangga. Bayangin aja.. blom apa2
minyak goreng melunjak naik menjadi tak
menentu dengan harga bervariasi antar penjual yang rata2 naik menjadi 6.500-8.000
/ kg nya.. cabe ? klo itu udah dari jauh hari harganya nangkring di level 25 rebu.. itu baru cabe
dan minyak goreng aja.. yg lain? Bisa dibayangin lah.. alih2 ga ada pasokan
barang, penjual pun seenaknya naikin harga barang..

 
Dan
bayangan keceriaan idul adha pun bakal jauh dari bayangan.. semua harus di
rayakan dalam kondisi prihatin.. entah bencana
apa lagi yang datang.. 2 tahun lalu wilayah Aceh berbasah2 ria karena Tsunami..
dan tahun ini karena banjir.. miris yah klo ngeliatnya?

 
Bencana Gempa.. kita hanya bisa pasrah karena itu
murni karena alam dan datengnya tiba2 tak terduga, lagian korbannya ga mengenal
berbagai kalangan. Tapi banjir? Manusia berperan besar dalam menciptakan
bencana ini.. orang2 tak berhati bebas lepas tanpa ngerasain sgala yg dipunyai
hilang terbawa arus atau tergenang air.. dan sekali lagi yang ngerasain kita… orang2 kecil.

 
Sawah yang
berbulan2 diharapkan waktu panennya.. harus rela terbenam. Butir2 padi itu
ditatap dengan pandangan miris dari sang penanamnya. Padi yang tinggal panen itu.. hegh… butiran
keringat, panas terik, hujan dan lain2 yang seharusnya tak terhitung kini
timbul kembali .. betapa pedihnya…

 
saat ini
hanya tawakal yang bisa kita lakuin.. dengan mengharap akan ada sinar terang
seusai cobaan kali ini… 

 

 

Wet..Wet..Wet..!!!

Wednesday, December 20th, 2006

Basah .. Basah..
Wuaaaah… udah jam 8 teng ujan masih ga nunjukin tanda2 mo reda? Hayah gimana nih?.. mo terobos, tatut.. kelewat deras. Ga dijalani.. banyak perlu.  Pikir punya pikir (ditingkahi pelototan mata mira yg minta dianter ke kampus gara2 ni hari doi ada test), akhirnya aku siapin peralatan perang buat menerjang badai  menembus gelombang.

Yup.. dengan berbekal sweater tebal (tapi ga kedap aer , hiks) baju 2 lapis, helm dan terakhir bontot bawa ganti wat bawahan .. get set n go..!!  ihik ihik… sok banget dah.. baru jalan 700 meteran luar dalem dah basah total.. sambil merem melek lantaran helm yang bikin rabun, cegat becak yang lewat untuk nganter Mira . Kasian mira takut ga bisa kul udah basah gitu.
Aku?.. ya tetep jalan terus dong mo nganter titipan adik ke kantornya ( hiks dia mah enak bisa bolos..) jauh juga tuh. 

Sambil jalan liat kanan kiri.. wuih ga ada yg senekat diriku kali ini.. semua rata2 pake mantel ujan…  btw.. apa aku langsung kerja dengan kondisi kayak gini? Klo balik kerumah ga sanggup lagi..  ya sutrah deh.. bos.. biarkan diriku membasahi warnetmu kali ini..

Gara2 ujan semaleman kentara juga efeknya.. dijalan banjir.. trus banyak tabrakan.. hari ini aja udah ada 2 kejadian di depan mata. Yang satunya tabrakan antar motor.. satunya lagi tabrakan antar becak.. yg pengemudinya sampe ketimpa becaknya.. kasian..

Wah.. tadi intinya apa yah? Lupa semua ide yang mo ditulis tadi.. hehe.. maap ya sodara2.. pokoke pesan diriku wat temen2 semua.. hati2 ya kalo naik motor pas ujan.. jalanan licin gampang kepleset!! Trus jangan nunda2 untuk nyuci baju segera, karna klo ditumpuk dan nyucinya sekaligus bahaya klo ujan.. ga bakal kering sementara kitanya udah ga punya baju kering lagi.. :D

JIKA MESIN KENDARAAN TIBA-TIBA MATI DITENGAH REL KERETA

Wednesday, December 20th, 2006

Mengapa jika mesin kendaraan bermotor  tiba-tiba mati di lintasan rel
kereta api sulit dihidupkan lagi ?
Ternyata itu  disebabkan adanya pengaruh gesekan antara roda kereta dengan
relnya. "Jadi,  bukan semata-mata karena sopirnya gugup sehingga
tidak bisa menghidupkan  mesin kendaraannya," kata Dr Ir. Djoko
Sungkono, kepala Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Institut Teknologi
Surabaya (ITS).
 

Selama ini sering terjadi  kendaraan bermotor
tiba-tiba mati mesinnya saat melintas di atas rel kereta api.  Itu terjadi
terutama ketika ada kereta yang mau lewat. Pengendaranya kesulitan menghidupkan
kembali mesin kendaraannya itu. Akibatnya, kendaraan bermotor itu ditabrak kereta dalam hitungan sekian puluh detik berikutnya.
 

Kasus terbaru adalah seperti yang dialami Rektor dan
Pembantu Rektor III Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Keduanya tewas
karena mobil yang sedang melintas rel dihantam kereta api. Djoko lalu
mengingatkan,
jika mesin mobil tiba-tiba mati di atas relmaka hendaknya penumpangnya segera keluar
dan mendorongnya
. Jika tidak, akan sangat
membahayakan jika kereta segera lewat. Dan jangan berusaha menghidupkan mesin!
Yang anda lakukan adalah, keluar! dan mendorongnya! Kalopun anda gak sempat
mendorong, setidaknya anda sudah berada diluar kendaraan dan bisa sewaktu-waktu
lari menghindar.

Mengapa mesin bermotor susah dihidupkan?
Kata Djoko,
terjadi impedansi yang ditimbulkan oleh pergesekan roda
kereta api dan relnya.
Dan, impedansi itu yang
cukup untuk mengakibatkan mesin mobil yang mati sulit menyala kembali. Kejadian
itu terutama berpengaruh pada mobil atau kendaraan yang berbahan bakar bensin,
meskipun kendaraan berbahan bakar solar juga ada yang terpengaruh. "Pada kendaraan
yang berbahan bakar bensin, starternya  digerakkan oleh dinamo,"
paparnya. Dari dinamo ini dihasilkan
medan magnet yang selanjutnya
menggerakkan mesin mobil. Djoko mengatakan, hal tersebut tidak jadi
masalah bila mesin mobil tersebut tidak mati. Namun bila mesin tersebut
mati  maka akan sulit untuk dihidupkan lagi.

Medan impedansi tersebut tidak diperlukan jarak yang dekat untuk itu. hal tersebut sudah mulai berpengaruh ketika kereta api masih berjarak 1.5 km lintasan dimana kendaraan bermotor itu melintas rel.



Jadi
langkah terbaik yang harus dilakukan : dorong kendaraan ( kalau mobil, segera
keluar dari kendaraan) anda dari rel kereta baru setelah itu coba hidupkan
kembali mesin mobil anda.

SEBARKANLAH PADA SAUDARA-SAUDARA KITA YANG LAIN !!

Berbagi Cinta

Wednesday, December 20th, 2006

Bila ada
ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak
pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya. Jawaban itu boleh
jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal. Mengukur segala
sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman
nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi
tidaklah mesti berbentuk material.

 
Setiap
tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan
rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan
dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui
kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai
dengan kebutuhan yang diperlukan

 
Ketika
berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang
bocah bernama Nina. "Nina, apa yang anakku mau sayang" begitu ayah
saya membuka percakapan. "Nina mau baju baru?, sepatu baru?, tas baru?
Atau apa nak? tambah ayah saya. "Nggak ah… ntar om marah" jawab
Nina. "nggak sayang, om tidak akan marah" ayah saya menimpali.
"Nggak ah… ntar om marah" Nina mengulang jawabannya. Ayah saya
berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan
orang tua saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata,
"ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang" "Tapi janji ya om
tidak marah" jawab Nina manja. "

Om

janji tidak akan marah sayang"
tegas ayah saya. "Bener om tidak akan marah" sahut Nina agak ragu.
Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah Nina
menatap tajam wajah ayah saya.

Sementara
ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. "Seberapa mahal
sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak
akan marah’ pikir ayah saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan
"ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak." Dengan
terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata; "bener ya om tidak
marah." Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala. Dengan wajah
berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaannya "om, boleh nggak saya memanggil
ayah" Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air matanya.
Segera dia peluk Nina dan mengatakan "tentu anakku..tentu anakku…mulai
hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om" Sambil memeluk erat ayah
saya, dengan terisak Nina berkata "terima kasih ayah… terima kasih
ayah…

 

Hari itu,
adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu
beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum
memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang,
ayah saya berkata kepada Nina "anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan
datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak?" "Khan udah
tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah" sergah Nina. "Nina masih boleh
minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti
akan ayah kasih." Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon
"nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta ayah bawa foto
bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?"

 
Tiba-tiba
kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depanNina. Dia peluk
lagi Nina sambil bertanya; "buat apa foto itu nak?" Tanpa ragu Nina
menjawab "Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto
ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina." Ayah saya memeluk Nina
semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru
kehidupan di hari itu. Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah
mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta.

Berbagilah
cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata.
Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna. Berbagilah cinta
agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia.

 
Sumber:
Berbagi Cinta oleh Jamil Azzaini. Jamil Azzaini adalah Inspirator Sukses-Mulia
dan penulis buku Best Seller Kubik Leadership; Solusi Esensial Meraih Sukses
dan Kemuliaan Hidup

Nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan???

Friday, December 8th, 2006

Langit mendung bikin hati miris.. dari pagi bangun tidur
aku udah ngerasa bete banget.. mungkin sejak malam pas mo tidur aku udah ga
enak hati..

Ya biasalah moody ga abis2..

Bawaan selalu aja ngerasa sedih.. ga disayang.. pacar yang
ga jelas antara ada dan tiada… Semuanya bikin senewen dan ngaruh banget ma
kerjaan… pokoknya bad mood berat lah..

 

Tambah betenya lagi pas login ke YM.. eh maintenance lagi..
kenapa sih maintain pas akunya bete banget? Walo aku juga mungkin ga Chat.. ya
Cuma nampangin id aja ..

 

Nah.. puyeng2 gitu manfaatin deh buat surfing.. aku coba
buka Blog Muslimah berjilbab  aku pilih artikel yg isinya komentar temen2 tentang kesan-kesan selama make
jilbab..

 
Yah biasa aja.. baca.. baca.. dan ada satu yg bikin aku
tersentak  saat ada yang ngasi komentar, gini nih :

 

At 5:55 PM, yuanita
said…

“salammu’alaikum….

alhamdulillah saya udah berjilbab sejak 27 des 1999… awalnya sih karena iseng
aja sama nazar… tapi kemudian seiring berlalunya waktu dan diperbaharuinya
niat… akhirnya saya bisa bahagia juga dengan jilbab… begitu banyak
kemudahan dan pertolongan yang ALlah berikan untuk saya… jadi NIKMAT TUHAN MU
YG MANA YG KAMU DUSTAKAN???? “

Nita

ya
Allah  kalimat “ NIKMAT TUHANMU YANG MANA
YANG KAMU DUSTAKAN?” aku bener2 terhujam
ma kalimat itu.. dan mikir lagi.. iya juga.. nikmat Tuhan yang mana yg engga
aku peroleh untuk saat ini?

Ya
Allah.. ampuni aku.. yang selalu aja merasa kurang atas pemberianmu… yang
mencari2 kekurangan… padahal aku begitu beruntung ya Allah..

Aku
bisa makan 3 kali sehari yang kadang2 masih makan diluar walo dirumah banyak
makanan .. aku bekerja dengan mendapat gaji tiap bulan, aku masih punya orang
tua untukku berbakti padanya, aku masih punya adik kakak yang bisa berbagi
kasih sayang.. dan aku juga punya teman-teman.. sahabat-sahabat yang “luar
biasa”.. di dunia nyata.. di dunia maya.. yang selalu ngasi support ma aku…

Nikmat yang mana yg masih tak kuperoleh ya? Selalu aja
merasa kurang.. meratapi hal2 yang seharusnya mungkin ga perlu diambil pusing…

Pasang niat deh untuk selalu bersykur padaNYa.. hal itu
yang mulai aku lupakan akhir2 ini. Dan mungkin itu juga masalah terbesarku..
Kurang Bersyukur …

 

Terima kasih ya Allah atas satu pelajaran yang bisa aku dapt
di hari ini.. pelajaran yang bikin malu…. Malu sekali.. semoga teman2 yang lain
juga bisa ambil hikmahnya ya.

 

 

fly… alone

Friday, December 8th, 2006

 

Rasa salah terus selimuti kalbu

Merasa tersisih

Tak berguna

Sejuta perasaan menghujam

Aku tak berarti

Tak ada makna sama sekali

tak ada yang tau ada aku di depan
mereka

Hanya menyusahkan

Terus menyusahkan

Rasa ini tak mau pergi

Ingin bebas

Terbang sendiri

Benar-benar sendiri

Tanpa dipedulikan

Tanpa peduli semua

me with my blue…

Friday, December 8th, 2006

angan jauh mengalir

menembus batas mimpi

menyeruak jurang asa

gapai semua yang melintas

anginpun kugenggam sempurna

tak ada penghalang

tak ada satupun yang menghadang

hanya saja..

apa yang sedang ku cari?

Terus berlari tanpa arah

Tanpa peduli waktu

Tanpa melihat siapa, apa , kapan dan
dimana

hanya terus bergerak

Hingga titik letih coba hentikan

Dengan paksa mengikat diri

coba enyahkan sejumput keinginan
yang tersisa

terus ingatkan diri

berulang ulang..

berulang ulang..

kau tak lebih seonggok makhluk

 tanpa nyawa

mati..

yang digerakkan oleh semua yang tak
mungkin kau dapat

pasrah.. mengalirlah.. jangan
berhenti

                                                sampai
akhir kau nanti